stasiun klimatologi

Bab 1 Pendahuluan

 

1.1 TINJAUAN PUSTAKA

Sejarah Berdirinya Stasiun Klimatologi

Berdirinya Stasiun Klimatologi pada suatu daerah didasari pada kebutuhan masyarakat akan perlunya pengamatan  iklim untuk diinformasikan pada masyarak luas agar dalam melakukan kegiatan bercocok tanam mereka mengetahui masa tanam dan masa panen yang baik.

Stasiun klimatologi kelas I maros didirikan pada tahun 1972, di daerah antang. Panakukang Makassar. Tetapi pada tahun 1988 dipindahkan di daerah Maros dengan alasan karena lokasi tersebut digunakan oleh departemen lain dan  klimatologi karena sudah banyak bangunan fisik. sehingga stasiun tersebut dipindahkan kekabupaten maros, dan terminal penelitian pertanian berpusat di daerah Maros. Dan diresmikan sendiri oleh bapak kepala balai. Yang sekarang di bawah kendali bapak Pesoth Daniel.

Khaeruddin, 2010. menjelaskan, lokasi stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros sudah memenuhi standar karena dibangun diareal lahan yang jauh dari bangunan fisik.  Sebab, untuk melakukan pengamatan cuaca dan iklim tidak boleh terhalang oleh bangunan, karena akan berpengaruh dalam mengamati unsur-unsur iklim mulai dari temperatur, curah hujan, dan kelembapan

Sudiira, 1999. Kebutuhan pokok  stasiun klimatologi agar mendapatkan data yang benar diperlukan yaitu:

1.     Letak stasiun klimatologi harus memiliki hubungan tanah, air dan iklim dimana data tersebut diperoleh.

2.      Masing-masing instrument harus menghasilkan data-data meteorology yang benar dan alat-alat tesebut tidak

mudah rusak dan mudah dipelihara.

3.     Pembacaan alat mudah dilaksanakan dan  mudah dicatat

4.     Pengamat cukup tersedia dan terlatih dengan baik serta bertempat tinggal tidak jauh dari stasiun klimatologi

demi kelancaran pengamatan.

Klimatologi yang pengukurannnya dilakukan secara kontinyu dan meliputi periode waktu yang lama paling sedikit 10 tahun, bagi stasiun klimatologi pengamatan utama yang dilakukan meliputi unsur curah hujan, suhu udara, arah dan laju angin, kelembapan, macam dan tinggi dasar awan, banglash horizontal, durasi penyinaran matahari dan suhu tanah . oleh karena itu persyaratan stsiun klimatologi ialah lokasi, keadaan stasiun dan lingkungan sekitar yang tidak mengalami perubahan agar pemasangan dan perletakan alat tetap memenuhi persyaratan untuk menghasilkan pengukuran yang dapat mewakili (prawirowardoyo, 1996).

Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya.Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik.Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan. Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara rutin diamati antara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya, durasi penyinaran dan reaksi matahari (Prawirowardoyo, 1996).

Dalam bidang pertanian, menurut Wisnubroto (1999) ilmu prakiraan penentuan kondisi iklim atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah pengembangan tanaman.Iklim mempengaruhi dunia pertanian.Presipitasi, evaporasi, suhu, angin, dan kelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang penting. Dalam dunia pertanian, air, udara, dan temperatur menjadi faktor yang penting. Kemampuan menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan drainase.

Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca 24 jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah.Jadi, bidang pertanian ini memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya (Setiawan, 2003).

Stasiun meteorologi mengadakan contoh penginderaan setiap 30 detik dan mengirimkan kutipan statistik (sebagai contoh, rata-rata dan maksimum).Untuk yang keras menyimpan modul-modul setiap 15 menit.Hal ini dapat menghasilkan kira-kira 20 nilai dari hasil rekaman untuk penyimpanan akhir disetiap interval keluaran.Ukuran utama dibuat di stasiun meteorologi danau vida, pemakaian alat untuk temperatur udara, kelembaban relatif, temperatur tanah (Fontain, 2002).

1.2 Tujuan

1. Mengenal stasiun klimatologi dan alat-alat pengukur anasir cuaca yang biasa digunakan dalam bidang

meteorology pertanian.

2. Mempelajari prinsip kerja, cara penggunaan alat, serta macam dan kualitas data yang dihasilkan dari

sesuatu alat pengukur anasir cuaca

 

 

BAB II  . Metodologi

 

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada tanggal 8 November 2012 jam 10.00 – 12.00 di laboratorium agroklimatologi Universitas Jambi

2.2 Alat dan Bahan

  • Penangkar hujan tipe hellman,
  • Anemometer,
  • Panci Evaporimeter,
  • Psikrometer sangkar,
  • penangkar hujan tipe observatorium,
  • Sangkar cuaca, dan
  • AWS (Automatic Weather Stations).

2.3 Prosedur Kerja

  • Mengunjungi stasiun klimatologi
  • Mengamati alat-alat yang ada di stasiun klimatologi
  • Mencatat alat-alat kerja yang ada di stasiun klimatologi

 

BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Stasiun Klimatologi

 

Adalah unit pelaksana teknis BMG. Stasiun klimatologi yang melakukan pencatatan data setiap jam atau melakukan pengamatan sekurang-kurangnya tiga kali dalam sehari sebagai tambahan data yang diperoleh alat-alat perekam

Tugas :

a. Melaksanakan pengamatan klimatologi

b. Pengumpulan dan penyebaran data

c. Penganalisaan dan prakiraan di wilayahnya.

d. Pelayanan jasa klimatologi dan kualitas udara

e. Pengamatan Meterorologi pertanian.

 

Di dalam stasiun terdapat alat-alat sebagai berikut :

  1. 1.       Penakar hujan tipe hilman

Penakar hujan jenis hellman beserta bagian-bagiannya keterangan gambar :
1.Bibir atau mulut corong
2. Lebar corong
3.Tempat kunci atau gembok
4.Tangki pelampung
5.Silinder jam tempat meletakkan pias
6.Tangki pena
7.Tabung tempat pelampung
8. Pelampung
9. Pintu penakar hujan
10. Alat penyimpan data

11.Alat pengatur tinggi rendah selang gelas (siphon)
12.selang gelas
13.Tempat kunci atau gembok
14.Panci pengumpul air hujan bervolume

 

Cara Kerja Alat

Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air hujan ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat atau naik keatas.Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per.

Jika air dalam tabung hampir penuh (dapat dilihat pada lengkungan selang gelas),pena
akan mencapai tempat teratas pada pias.Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas,maka berdasarkan sistem siphon otomatis (sistem selang air),air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung.Bersamaan dengan keluarnya air,tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal.Jika hujan masih terus-menerus turun,maka pelampung akan naik kembali seperti diatas.Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dihitung atau ditentukan dengan menghitung garis-garis vertical

Penakar hujan tipe hilman ini berfungsi untuk :

  1. Penakar hujan otomatis
  2. Dapat melihat hujan (Pencatat intensitas hujan )yang telah turun kepermukaan bumi.
  3. Dapat melihat waktu terjadinya hujan secara langsung, yaitu dengan satuan jam.

Penakar hujan tipe hilman ini mempunyai luas penampang 200 mm,  1 ml yang terukur = 1 liter air hujan yang jauh ke permukaan bumi. Pias hilaman merupakan bagian dari alat ini yang akan mencatat data hujan. Pias Hilman diganti setiap jam 7 pagi.

2.     Penakar hujan Observatorium

Keterangan gambar :

1. Corong penakar (luas 100 cm2)

2. Tempat penampungan air hujan

3. Kran air

4. Kaki kayu yang disanggahkan ke dalam penakar

5. Pondasi/ kaki kayu

6. Pondasi beton

Jenis penakar ini merupakan yang umum digunakan ialah tipe Ombrometer(tipe Observatorium) . Penakar ini paling banyak digunakan di stasiun klimatologi, yang terdiri dari corong (mulut penampung air hujan), yang luasnya 100 cm2 dengan garis tengah luarnya ialah 11,3 cm. Bagian dasar dari corong tersebut terdiri dari pipa sempit yang menjulur ke dalam tabung kolektor dan dilengkapi dengan kran. Air yang ditampung dalam tabung kolektor dapat diketahui bila kran dibuka kemudian air diukur dengan gelas ukur. Ada gelas ukur yang mempunyai skala khusus, yaitu langsung dapat menunjukkan jumlah curah hujan yang terjadi, tetapi apabila menggunakan gelas ukur biasa, maka setiap 10 cm3 setara dengan curah hujan sebesar 1 mm.

Alat ini mempunyai fungsi, yaitu :

  1. Penakar jumlah hujan
  2. Mengatur jumlah curah hujan
  1. Pengamatan tiap jam jika ada hujan

Penakar hujan observatorium mempunyai kelebihan berupa : mudah dipasangnya, mudah dioperasikannya karena langsung terukur pada gelas ukur dan pemeliharaannya juga relatif mudah karena tak ada bagian-bagian tambahan pada alat. Akan tetapi kekurangannya adalah data yang didapat hanyalah data jumlah curah hujan selama periode 24 jam. Resiko kerusakan gelas ukur dan resiko kesalahan pembacaan dapat terjadi saat membaca permukaan dari tinggi air di gelas ukur, sehingga hasilnya dapat berbeda.

  1. 3.       Anenometer

Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi, perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya.

Untuk pengamatan angin permukaan, Anemometer dipasang dengan ketinggian 1.5 meter dan 25 cm dan berada di tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut 1200.

Pemasangan penangkal petir pada tiang anemometer merupakan faktor terpenting terutama untuk daerah rawan petir. Hal ini mengingat tiang anemometer memiliki ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing yang membuatnya rawan terhadap sambaran petir.

  1. 4.       Panci Evaporasi

Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut:

1. Panci Bundar Besar
Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis tengah 122 cm dan tingginya 25,4 cm.

2. Hook Gauge

Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan. Untuk jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah sekrup yang berada pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari micrometer mencatat perubahan ujung jarum setinggi 1 mm. Hook gauge buatan Perancis mempunyai micrometer yang dibagi menjadi 20 bagian. Dalam satu bagian menyatakan perubahan tinggi jarum 0,1 mm, berarti untuk satu putaran penuh,

perubahan tinggi jarum sebanyak 2mm

3.Still Well

Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat permukaan air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci, sehingga penyetelan

ujung jarum dapat lebih mudah dilakukan.

  1. 5.  AWS (Automatic Weather Stations)

AWS  (Automatic Weather Stations) merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca secara otomatis serta di proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini umumnya dilengkapi  dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya.Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometer, net radiometer.

RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada komputer.

Masing-masing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu  (present weather ) dengan mudah.

BMG telah memasang beberapa peralatan AWS  baik yang terpasang secara terintegrasi (AWS wilayah Jabodetabek) maupun yang berdiri sendiri (tidak terintegrasi). Saat ini AWS yang terpasang di stasiun pengamatan BMG telah lebih dari 70 peralatan dengan berbagai merk (a.l. Cimel, Vaisala, Jinyang, RM Joung dsb), sehingga hal ini relatif cukup sulit jika kita akan melakukan pemeliharaan karena memerlukan beberapa orang yang menguasai peralatan masing-masing merk. Kondisi ini diharapkan tidak mejadi penghalang bagi teknisi BMG untuk menguasai teknologi AWS tersebut justru diharapkan menjadi tantangan untuk dihadapi.

 

 

 

 

KOMPONEN AWS

Secara umum AWS dibagi menjadi beberapa bagian utama, yaitu

– Sensor :

a.         Wind speed

b.         Wind direction

c.         Humidity

d.         Temperature

e.         Solar radiation

f.          Air Pressure

g.         Rain gauge

– Data Logger

– Komputer (sistem perekam dan sistem monitor)

– Display (optional)

– Tiang untuk dudukan sensor dan data logger

– Penangkal petir

Spesifikasi teknis dari masing-masing komponen biasanya ditentukan, sesuai dengan dimana AWS tersebut akan dipasang.


6. Psikrometer standar

Alat pengukur kelembapan udara terdiri dari dua termometer bola basah dan bola kering. Pembasah termometer bola basah harus dijaga agar jangan sampai kotor. Gantilah kain pembasah bila kotor atau daya airnya telah berkurang. Dua minggu atau sebulan sekali perlu diganti, tergantung cepatnya kotor. Musim kemarau pembasah cepat sekali kotor oleh debu. Air pembasah harus bersih dan jernih. Pakailah air bebas ion atau aquades. Air banyak mengandung mineral akan mengakibatkan terjadinya endapan garam pada termometer bola basah dan mengganggu pengukuran. Waktu pembacaan terlebih dahulu bacalah termometer bola kering kemudian termometer bola basah. Suhu udara yang ditunjukkan termometer bola kering lebih mudah berubah daripada termometer bola basah. Semua alat pengukur kelembapan udara ditaruh dalam sangkar cuaca terlindung dari radiasi surya langsung atau radiasi bumi serta hujan.

BAB IV. KESIMPULAN

  1. Alat-Alat Anasir Cuaca Yang Digunakan Pada Stasiun Klimatologi Antara Lain:
  • Penangkar hujan tipe hellman,
  • Anemometer,
  • Panci Evaporimeter,
  • Psikrometer sangkar,
  • penangkar hujan tipe observatorium,
  • AWS (Automatic Weather Stations), dan
  • Sangkar cuaca
  1. Data Yang Dihasilkan Oleh Masing-Masing Alat Pengukur Anasir Cuaca Memiliki Kualitas Yang Berbeda-Beda
  2. Pengamatan data secara manual memerlukan pemantauan yang lebih rajin dan teliti, namun apabila salah satu alat rusak tidak akan menggangu kerja alat yang lain. Pada AWS (Automatic Weather Stations) data yang didapatkan akan masuk secara otomatis dala system computer sehingga lebih mudah dalam pengamatan, namun jika pada salah satu komponen AWS rusak akan mengganggu kinerja komponen yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

http://adhytia-pisces.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum agroklimatologi.html?zx=d53dba2b577fac3d

http://agussalimnolsembilan.blogspot.com/2011/11/laporan-praktek-lapang-agroklimatologi.html

http://catetankuliah.blogspot.com/2009/06/alat-alat-klimatologi.html

http://joytalita.wordpress.com/2010/05/23/anemometer-nieee/

http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2011/05/penakar-hujan-type-hellman.html

http://ustadzklimat.blogspot.com/2012/02/pengamatan-curah-hujan-dengan-penakar.html

http://www.klimatologibanjarbaru.com/artikel/2008/12/aws-automatic-weather-station/

(semua web diakses pada tanggal 22 November 2012 pada jam 02.00)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s