Masturbasi

MASTURBASI

Mastrubasi adalah upaya menyalurkan rangsangan seksual pada diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual atau orgasme.

John White dalam buku Menebu Eros merumuskan ,” manipulasi ragawi untuk mengejar orgasme”

BANYAK YANG MELAKUKAN

Sangat banyak orang yang melaukan masturbasi. Termasuk diri saya. Pelakunya meliputi pria dan wanita. Sekalipun menurut banyak orang, lebih banyak pria yang melakukan masturbasi , namun jumlah wanita yang melakukan masturbasi juga semakin meningkat.

Tindakan ini bukan hanya dilakukan oleh para remaja yang sedang mengalami puber, tetapi juga orang-orang dewasa hingga tua. Dan bukan hanya yang melajang , namun juga orang-orang yang berada dalam ikatan pernikahan.

Jadi, kalau anda juga melakukannya, anda tidak sendirian.

RASA MALU

Dalam waktu-waktu yang terakhir, banyak orang yagn mengatakan bahwa masturbasi adalah hal yang normal. Sebab di dalamnya tidak ada bahaya yang mengancam kesehatan fisik dan tidak ada kerugian sosial.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri banyak orang merasa malu dengan aktivitas mastrubasi yang dilakukan. Misalkan seorang teman bertanya kepada teman lainnya, “Gimana tadi malam dengan istri , bro?” teman akan menjawab, ” Sip menyenangkan ” Tetapi bagaimana kalau teman tersebut menanyakan demikian ” Bagaimana masturbasi tadi malam bro?”, rasanya teman lain tadi akan malu untuk memabgikannya.

Memang ada sekelompok orang yagn melakukan mastrubasi secara terbuka, namun itu bukan kelompok kehidupan yang umum.

Orang merasa malu, karena menyadari bahwa bermasturbasi bukanlah aktivitas seksual yang normal. Dan karenanya orang akan enggan juga untuk membagikan kepada orang lain aktivitas itu. Dalam perkumpulan, orang bisa saling membagikan aktivitas seksual mereka dengan pasangan, dan mungkin saling membagikan bagaimana meningkatkan relasi seksual itu. Akan tetapi orang akan sulit saling membagikan aktivitas masturbasi mereka , apalagi membagikan dengan tujuan untuk menemukan cara masturbasi yagn lebih memuaskan.

MENGAPA MASTURBASI TIDAK TEPAT

Masturbasi memusatkan pada diri sendiri.

Masturbasi dilakukan untuk mencari kesenangan sendiri. Sementara seks adalah relasi yang bertujuan untuk mengungkapkan perhatian dan kasih kepada orang lain. Seks bukan senata-mata untuk mendapatkan orgasme, tetapi untuk memuaskan pasangan , untuk mengenal pasangan kita, dan untuk menunjukkan apa adanya diri kita kepada pasangan.

karena itu upaya untuk mendapatkan kesenangan untuk diri sendiri adalah satu tindakah yang tidak tepat.

Mastubasi lorong menuju relasi seksual tidak sehat.

Ketika orang bermasturbasi biasanya dia berfantasi melakukan hubungan dengan seseorang. Kalau seseorang itu nyata, maka dia akan terus memikirkan orang tersebut. Dan setiap kali bertemu dengan orang itu dia akan mudah sekali untuk menginginkan melakukan hubungan dengan orang tersebut.

Apabila seorang mahasiswi berfanstasi melakukan hubungan dengan pacarnya, maka hasrat untuk melakukan secara nyata akan menggebu-gebu.

Selain itu, melakukan masturbasi akan membuat mudah untuk mencoba berhubungan dengan siapapun yang mungkin. Bahkan tidak menutup kemungkinan akhirnay menyalurkan dengan cara membayar.

Masturbasi membuat tubuh digunakan untuk maksud yang keliru

Tuhan mendesain tubuh kita untuk kemuliaanNya, namun dengan bermasturbasi kita menggunakan tubuh untuk sekedar mencari kesenangan.

Masturbasi mengasingkan diri dari pasangan

Seorang suami dan isteri yang bermasturbasi akan menjauhkan dirinya dari pasangannya, dia kan asyik dengan dirinya sendiri. Dan jika masturbasi itu membawa kepada khayalan yang bermacam-macam, maka makin jauhlah dia dari pasangannya. Lama kelamaan pasangannya bisa menjadi sosok yang asing. Rencana Tuhan bahwa aktivitas seksual adalah untuk mengenal pasangan lebih dalam akan runtuh.

Mastrubasi itu membelenggu

Ada orang yang mengatakan bahwa dia bisa berhenti kapan saja dalam bermastrubasi. Namun lebih banyak orang yang tidak mampu menghentikan aktivitas itu. Orang tenggelam dalam dorongan untuk melakukan itu terus menerus, sekalipun mungkin dengan frekuensi yang berbeda-beda.

APAKAH ADA PERTOLONGAN?

Saya mengenal masturbasi sejak masih kecil. Saya lupa tepatnya usia saya waktu itu. Akan tetapi itu dimulai ketika saya memanjat pohon dan menikmati keenakan ketika alat kelamin saya menggesek-gesek batang pohon tersebut. Saya belum mengenal apa itu masturbasi. Saya “menemukan” keenakan itu secara tidak sengaja. Dan karena enak itu saya sering mengulanginya.

Dan kegiatan menggesek alat kelamin itu berpindah ke tempat tidur. Dan demikianlah seterusnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Tidak tahu kapan juga, aktivitas itu kemudian dilakukan dengan berfantasi.

Dengan ditambah aktivitas membaca buku-buku stensilan ( istilah buku porno waktu itu ), fantasi ketika bermasturbasi makin hebat.

Saya merasa bersalah dengan aktivitas tersebut. Saya ingin berhenti, namun tidak sanggup. Saya juga tidak pernah membicarakan itu dngan teman-teman, sekalipun banyak teman sering saling ledek dengan istilah-istilah mastubasi.( Misal menggunakan istilah “nyabun ” ), dan dengan demikian saya mengerti bahwa banyak teman juga melakukannya.

Saya menyimpan kesusahan itu sendiri.

Pertolongan itu datang ketika pada saat liburan naik kelas 3 SMA. Dalam liburan itu saya mengikuti acara satu perkumpulan siswa-siswa, dan di dalamnya saya menemukan kasih Tuhan. Dalam acara itu saya mendapat pengertian bahwa Tuhan Allah sangat mengasihi saya, dan bahkan Ia datang ke dunia untuk mati bagi saya. Sebagai manusia saya telah berdosa, dan karenanya tenggelam dalam dosa itu, termasuk di antaranya saya bermasturbasi.

SAya ditolong mengerti bahwa jika saya mau menerima Tuhan Allah yang sudah mati dan kemudian bangkit itu maka saya mendapatkan pengampunan dosa, kemenangan dari dosa, dan kepastian keselamatan.

Tanggal 22 juni 1982 saya berlutut dan berdoa ” Tuhan Yesus, saya orang yagn berdosa, saya mati secara rohani. Saya percaya Engkau sudah mati di atas kayu salib untuk menggantikan saya dan untuk melepaskan sy dari dosa. Hari ini saya membuka hati saya dan mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati saya sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi saya.. Terima kasih Tuhan . Amin’

Tidak terjadi apa-apa setelah berdoa, akan tetapi satu keyakinan baru muncl. Saya telah diampuni dan saya telah dilepaskan dan diberi keselamatan. Saya pulang dan saya berkemenangan atas kebiasaan masturbasi. Satu anugerah yang besar.

Apakah tidak pernah gagal? Tentu pernah, tapi bukan lagi kebiasaan seperti dulu. Tapi setelah beberapa kali kegagalan, lalu merdeka seterusnya.

MENGAPA SETELAH MENERIMA TUHAN MASIH GAGAL?

Tidak sedikit yang berseru, ” Saya telah menerima Tuhan, tapi saya masih gagal. Saya masih bermastrubasi. bagaimana saya bisa lepas?”

Jawabannya sama : Tuhan sanggup menolong. Namun Tuhan menolong dengan cara yang khas.

1. Terus doakan hal tersebut. Minta Tuhan melepaskan oleh kuasa dan anugerahNya.

2. Pastika sumber-sumber perncobaan telah dibuang. Gambar, buku, film porno telah ditiadakan.

3. Tunggu satu waktu Tuhan akan mengajar secara pribadi bagaiman itu akan lepas, setelah anda tekun mendoakannya.

4. Kalau sudah tekun tapi belum lepas, mungkin Tuhan sedang fokus kepada bagian “penyakit dosa” lain yang sedang dibersihkannya.

5. Baik, kalau membagikan kepada teman atau pemimpin rohani untuk pergumulan itu.

Seorang mahasisiwi memiliki kebiasaan itu, hampir tiap malam memeluk guling supaya orgasme. Dia merasa malu, namun dia mau membagikan itu kepada pemimpin rohaninya. Lalu bersama-sama membawa kepada Tuhan dan mulai mengambil langkah-langkah yang perlu.

Setelah beberapa waktu, Tuhan berbicara kepadanya dan sejak itu dia melepaskan kebiasaan itu.

jadi jika ada yang sudah menerima Tuhan masih belum bebas, mari tekun membawa kepada Tuhan, pada waktunya Tuhan akan melepaskannya.

Tulisan ini banyak diambil dari Buku MENEBUS EROS, John White, terbitan PPA ( Persekutuan Pembaca Alkitab

About onoe21

Tidak ada kata tidak bisa, tidak mau dan tidak mampu selagi orang tersebut masih hidup
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s