Konsumen Hasil-Hasil Pertanian

“Tugas Pemasaran Agribisnis”
Resume Bab 3

Dosen: Ir. Yanuar Fitri M.Si.

Disusun oleh :
Nama : Hariono Sianturi
Nim : D1B011016
Kelas : Agribisnis D ‘Reguler’

Agribisnis
Fakultas Pertanian
Universitas Jambi
2013

Konsumen Hasil-Hasil Pertanian

Analisa konsumen : Analisa kuantitatif dengan teori kegunaan dan kurva indiferens

Konsumen ialah orang atau badan atau lembaga yang memakai atau yang memakai atau yang menggunakan barang dan jasa. Jadi konsumen hasil-hasil pertanian ialah orang atau badan atau lembaga yang memakai atau yang memakai atau yang menggunakan hasil-hasil pertanian yang dihasilkan oleh petani produsen atau pengusaha pertanian. Tanpa konsumen berarti tidak perlu ada barang-barang yang diproduksikan dan sebaliknya tanpa produsen tidak mungkin ada hasil atau barang yang dapat dikonsumsi. Si A datang kepasar dengan maksud membeli beras untuk dimakan sedangkan pabrik ban X membutuhkan dan membeli lateks untuk bahan baku pembuatan ban. Si A dan X sama-sama disebut konsumen namun perbedaannya terletak pada tujuan pengunaan dan pemakaian dari barang yang dibelinya. Si A semata-mata menggunakan hanya sebagai bahan makanan sedang pabrik X masih mempunyai tujuan lain yakni menghasilkan ban yang dijual kepada konsumen akhir.
Semua kegiatan yang ada dalam tataniaga adalah bertujuan menggerakkan benda dan barang pada konsumen. Jenis barang atau produk yang dihasilkan haruslah sesuai dengan selera dan preferensi konsumen dari satu tempat ketempat yang lain atau dari waktu-kewaktu. Keinginan dan kebutuhan konsumen terletak pada kenyataannya berbeda-beda. Perbedaan itu terletak pada perbedaan yang berupa : Perbedaan pendidikan, perbedaan umur, perbedaan jenis kelamin, perbedaan pekerjaan, perbedaan tingkat pendapatan dan perbedaan keadaan alami. Secara hipotesis guna sesuatu benda atau barang bagi konsumen pada suatu saat akan mencapai maksimum dan setelah itu akan menurun, tergantung dari jumlah benda atau barang yang dikonsumsinya. Jadi besarnya kegunaan mempunyai hubungan dengan jumlah benda atau barang yang dikonsumsi atau dengan kata lain guna adalah fungsi dari jumlah barang dikonsumsi dan ini dapat ditulis sebagai berikut:
G = f (x), dimana G adalah guna dan X adalah jumlah barang
atau benda yang dikonsumsi.

Seorang konsumen yang makan nasi sepiring memperoleh tambahan kegunaan dari nasi itu lebih besar dibanding setelah ia memakan dua atau tiga piring. Seorang konsumen yang membeli 10 buah mangga merasakan kegunaan yang besar waktu ia makan sebuah mangga. Tapi setelah ia makan 5 buah mangga ia merasa kegunaannya telah mencapai maksimum. Jika ia memakan 6 atau 7 buah mangga, ia tidak akan merasakan lagi kegunaannya seperti ia memakan 5 buah mangga. Apabila kegunaan mangga ini diukur secara Kardinal dan dihubungkan dengan jumlahnya yang dimakan, maka dapatlah di gambarkan secara berikut:

Apabila diasumsikan bahwa setiap konsumen yang membeli barang adalah bertujuan untuk memaksimumkan kegunaan maka persoalannya adalah bagaimana menggunakan atau menentukan jumlah barang yang akan dikonsumsikannya agar tercapai kepuasan atau kegunaan yang maksimum. Syaratnya ialah harus diketahui berapa besarnya pendapatan konsumen yang tersedia untuk membeli suatu barang pada harga tertentu. Kalau pendapatan si A yang tersedia untuk membeli mangga adalah P, jumlah mangga adalah Xm dan harga mangga persatuan Hm maka untuk mencapai kepuasaan maksimum pendapatan si A harus dibatasi:
P = Xm . Hm

Jika si A selain membeli mangga, ia membeli rambutan untuk mencapai kepuasan maksimum, pendapatan si A dibatasi :
P = Xm . Hm + Xr . Hr
Dimana : Xr = Jumlah rambutan
Hr = Harga satuan rambutan

Dengan bertitik tolak dari keputusan konsumen A yang membeli dua macam barang maka dapat ditentukan fungsi kegunaan atas benda tersebut dan kemudian dapat ditentukan fungsi kegunaan atas benda tersebut dan kemudian dapat ditentukan fungsi tujuan (objective Function) yaitu suatu fungsi yang dibuat untuk mencapai kepuasan maksimum. Sekarang fungsi kegunaan mangga dan rambutan terhadap konsumen A adalah :
G = f ( Xm , Xr )

dan Fungsi tujuan yang dimaksud adalah :
Max. : L = f ( Xm , Xr ) + λ (P – Xm . Hm – Xr . Hr)
∂L = ∂f ( Xm , Xr ) λHm = 0
∂Xm ∂Xm
¬ = ∂G λHm = 0
∂Xm
∂L = ∂f ( Xm , Xr ) λHr = 0
∂Xr ∂Xr
¬ = ∂G λHr = 0
∂Xr

∂L = P – Xm Hm – Xr Hr = 0
∂λ
∂G disebut Guna Marjinal terhadap Xm ( GMXm )
∂Xm

∂G disebut Guna Marjinal terhadap Xr ( GM Xr )
∂Xr

Terhadap pedagang pengecer implikasi dari perhitungan-perhitungan seperti diatas adalah berarti ia dapat membuat rencana jumlah penjualan barang, dengan mengetahui terlebih dahulu fungsi kegunaan dari masing-masing konsumen dan langganannya. Besar kecilnya jumlah barang – barang yang diminta atau yang dibeli oleh konsumen tergantung dari tinggi rendahnya harga barang yang bersangkutan atau dengan kata lain jumlah barang yang diminta adalah fungsi dari harga dan ini dapat ditulis sebagai fungsi permintaan : X = f (Hx) dimana X adalah jumlah barang yang diminta dan Hx adalah harga dari barang tersebut. Apabila hubungan X dan Hx digambarkan dalam bentuk grafik.

Permintaan Pasar adalah jumlah dari permintaan terhadap suatu barang dari seluruh konsumen yang membeli barang tersebut dipasar. Atau dapat ditulis:
X pasar=∑_(k=1)^n▒〖 x konsumen individu〗
( 1 ………. n adalah jumlah konsumen dari 1 sampai n )
Dengan demikian kurva permintaan pasar adalah jumlah dari kurva-kurva permintaan setiap konsumen yang berbelanja. Pengukuran kegunaan suatu barang secara cardinal merupakan suatu pekerjaan yang sulit, karena hal ini tidak bisa dilakukan maka pengukuran dapat dilakukan secara ordinal yakni suatu pengukuran yang bersifat menentukan tingkat kegunaan suatu benda. Apabila dilakukan secara ordinal maka kepuasan maksimum dari 2 barang yang dikonsumsi dapat diketahui dengan menggunakan kurva indiferens asalkan konsumen dapat memberikan suatu pernyataan suatu tingkat kepuasan dari berbagai kombinasi barang yang dikonsumsinya. Kurva indiferens adalah suatu kurva dimana didalamnya terletak titik-titik kombinasi dan jumlah macam barang yang dikonsumsi oleh konsumen dengan tingkat Kepuasan

Jika diperhatikan kurva indiferens diatas , ternyata kepuasan konsumen ditik P sama dengan Q dan R sama dengan S. Atau dengan kata lain kepuasan yang diperoleh konsumen pada KI1 lebih kecil dibanding dengan KI2. Berubahnya atau bergesernya kurva indiferens seseorang konsumen tergantung dari perubahan dari selera dan preferensinya. Jadi kurva indiferens adalah fungsi dari jumlah dua barang yang dikombinasi dan kurva indiferens ini hanya diukur secara ordinal. Atau hal ini dapat dituliskan sebagai berikut:
KI = f ( X, Y )
dimana X dan Y adalah jumlah barang yg dikonsumsi
Yang perlu diketahui adalah berapa besarnya Daya Subtitusi Marjinal (DSM) dari suatu barang terhadap barang lain. Jika barang yg dikombinasikan oleh seorang konsumen adalah barang-barang X dan Y maka DSMxy = |- dy/dx| artinya daya subtitusi marjinal X terhadap Y ialah jumlah satuan barang Y yang dikurangi untuk menambah jumlah satu-satuan barang X dengan kepuasan yg tidak berubah. Untuk mencapai kepuasan maksimum haruslah:
dY. HY = dX. HX
dy/(dx )= Hx/Hy
DSMXY = Hx/Hy= GMx/GMy
Analisa Konsumen : Tingkah laku dan motivasi konsumen dengan analisa kuantitatif

Apabila kita berkesempatan berada disuatu pasar, dan memperhatikan beberapa pembeli atau konsumen maka kita akan melihat adanya kelakuan-kelakuan yang berbeda dari berbagai konsumen didalam mengambil keputusan untuk membeli suatu barang yang mereka inginkan atau dibutuhkannya. Perbedaan-perbedaannya akibat adanya motif-motif pembelian yang berbeda diantara mereka. Tingkah laku adalah sebagai suatu tujuan dan ikthisar dari konsumen untuk membeli atau memiliki sesuatu benda atau barang. Motivasi turut mempengaruhi keputusan-keputusan seorang konsumen dalam hal menentukan jenis barang yang akan dibeli. waktu pembelian yang tepat, tempat yang lebih mudah dijangkau, jumlah yang akan dibeli dan harga yang dapat memuaskannya. Motif konsumen dapat dibedakan atas beberapa jenis, Yakni :
Motif barang/ produk (product motives)
Pembelian yang dilakukan dengan motif produkialah pembelian yang terjadi karena ia lebih suka sesuatu barang dibanding barang lain. Mungkin preferensi itu terjadi pada suatu roduk karena konsumen yang bersangkutan menganggap kualitasnya lebih baik dibanding barang lain atau karena kebiasaan yang sukar diubah karena telah cocok dengan seleranya.

Motif patronase (Patronage motives)
Motif pembelian seperti ini adalah pembelian yang dilakukan oleh konsumen hanya pada tempat-tempat eceran atau toko-toko yang tertentu saja.

Motif emosionil (emotional motives)
Motif pembelian seperti ini adalah suatu pembelian yang didasarkan atas dorongan nafsu dan bukan atas dasar kesadaran diri sendiri. Motif- motif seperti ini misalnya:
Motif Emulasi (karena ingin menandingi)
Motif Individualitas
Motif Konformitas (Ingin menyesuaikan diri)
Motif ambisi
Motif keahlian
Motif prestasi social
Motif memuaskan selera
Motif menyenangkan cita raa
Motif Menjamin suatu kenikmatan atas dirinya
Motif meringankan diri dari pekerjaan-pekerjaan berat
Motif menjaga diri dari bahaya
Motif kesenangan hiburan dan rekreasi
Motif Pengungkapan selera artistic
Motif naluri romantic

Motif Rasionil (rational motives)
Motif pembelian rasionil adalah pembelian yang didasarkan atas dorongan yang timbul yang disetujui oleh diri sendiri atau dorongan yang timbul secara sadar. Motif ini ditandai dengan motif-motif sbb:
Membeli sesuatu yang mudah terpakai (handiness)
Penghematan dalam hal pembelian dan penggunaan produk (Economy in purchase)
Membeli sesuatu barang karena barang itu efisien dalam penggunaannya (Efficiency in operation or in use)
Membeli sesuatu barang karena mutunya dapat dipercaya (Dependability in quality)
Membeli sesuatu barang karena mempunyai daya tahan (Durability)
Membeli sesuatu barang karena penggunaan barang itu menimbulkan penghematan (Economy in use)
Membeli sesuatu barang karena ia yakin bahwa barang itu tidak akan merugikan dan mengecewakan dalam pemakaiannya (Dependability in use)
Membeli sesuatu barang karena ia mengaharapkan akan menambah pendapatan (Enhancement of earnings)
Membeli sesuatu barang karena barang itu dapat berfungsi sebagai alat bantu (Reliability of auxiliary service)

Analisa Konsumen : Populasi yang besar

Penyebaran Penduduk dan pendapatannya
Penjualan sesuatu barang atau benda selalu harus disesuaikan dengan keadaan penyebaran Penduduk dan pendapatannya pada setiap daerah. Dengan mengetahuinya maka untuk daerah yang penduduknya jarang dengan pendapatan yang rendah permintaan sesuatu barang adalah relative kecil dengan jenis-jenis barang yang terbatas. sebaliknya pada daerah-daerah yang padat dengan pendapatan perkapita yang tinggi jumlah dan jenis barang yang diminta akan lebih banyak pula.

Pertambahan penduduk
Meningkatnya permintaan suatu barang maka berarti segala sesuatu yang bersifat sebagai alat, langsung ataupun idak langsung didalam melancarkan perpindahan brang dari titik produksi ketitik konsumsi juga harus turut berubah. JIka pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi oleh pertambahan jumlah produksi harga akan naik karena kurva permintaan bergeser kekanan. Keadaan ini dapat dilihat sebagai berikut:

Harga(Rp) D2
D1 S D1 = Kurva permintaan sebelum
adanya pertambahan penduduk
D2 = Kurva permintaan setelah adanya
pertambahan penduduk

H2

H1

Jumlah barang
P1 P2 persatuan waktu

Seimbangnya jumlah produksi dengan jumlah konsumsi belumlah berarti adanya suatu kepastian yang dapat menjamin terpecahkannya masalah kebutuhan konsumen. Bertanmbahnya biaya marjinal berarti kurva penawaran akan bergeser kekiri, sehingga harga menjadi lebih tinggi dari harga sebelumnya. keadaan ini dapat dilihat dalam grafik berikut

Harga (Rp) S2

S1
D
S2 = Kurva penawara dengan biaya tataniaga
yang tinggi
S1 = Kurva penawaran sebelum meningkatnya
biaya tataniaga
H2

H1

Jumlah barang persatuan waktu

P2 P1

Urbanisasi
Perpindahan penduduk desa kekota mengakibatkan pula adanya pengaruh dalam system tataniaga. Jika perpindahan penduduk berjalan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak tentunya akan merubah jumlah permintaan pasar menjadi lebih besar.
Daerah yang berbeda
Adanya kebiasaan-kebiasaan yang telah melekat terhadap konsumen pada suatu daerah menimbulkan adanya preferensi yang berbeda diantara beberapa daerah. Dengan demikian pemasaran suatu barang haruslah disesuaikan dengan preferensi dan selera dari masing-masing daerah
Agama dan kepercayaan yang berbeda
Didalam rencana memasarkan suatu barang terlebih dahulu harus dipikirkan apakah disuatu daerah barang itu dapat diterima dengan baik karena tidak bertentangan oleh kepercayaan dan agama dari konsumen setempat.
Efek daripada hari raya
Menjelang hari raya akan banyak barang kebutuhan yang diperlukan. Maka dari itu stok barang haruslah lebih banyak dari hari-hari lainnya.
Efek daripada perubahan pola kehidupan
Pendapatan konsumen yang meningkat atau keadaan yang lebih baik akan merubah pola kehidupan konsumen. Trend perubahan pola kehiudpan konsumen secara keseluruhan pada suatu Negara searah dengan perkembangan ekonomi dan kemajuan ilmu pengetahuan dari Negara yang bersangkutan.
Perubahan konsumsi dari waktu kewaktu
Perkembangan ekonomi yang semakin meningkat dari waktu kewaktu akan menimbulkan pula trend perubahan-perubahan konsumsi dari penduduk suatu Negara.

Analisa Konsumen : Analisa pendapatan
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi cara dan jumlah pembelian oleh konsu,en terhadap sesuatu barang yang telah diuraikan, tetapi karena agaknya yang paling besar pengaruhnya adalah faktor pendapatan dan sifatnya adalah berlaku umum bagi setiap konsumen. Perlu diingatkan bahwa tidak semuanya pendapatan seorang konsumen dapat digunakan membeli sesuatu barang. Meningkatnya pendapatan seorang konsumen berarti meningkatnya anggaran yang tersedia untuk barang kebutuhannya demikian pula sebaliknya. Kemudian perlu diketahui pula bahwa tidak selamanya kenaikan pendapatan mengakibatkan jumlah pembelian barang bertambah dari seorang konsumen. Barang-barang konsumsi dapat dibagi atas 3 jenis berdasarkan sifatnya yakni :
Barang Normal : Barang-barang konsumsi yang bertambah pembeliannya atau pemakaiannya jika pendapatan konsumen bertambah demikian pula sebaliknya.
Barang Netral : Barang-barang konsumsi yang tetap jumlah pembelian dan pemakaiannya meskipun pendapatan seorang konsumen bertambah atau berkurang.
Barang Tuna NIlai : Barang-barang konsumsi yang jumlah pembelian dan pemakaiannya justru berkurang akibat bertambahnya pendapatan konsumen.

Elastisitas permintaan konsumen
Yang dimaksud denga elastisitas permintaan konsumen terhadap suatu barang ialah tingkat perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan-perubahan harga dari barang tersebut. Dapat juga dikatakan bahwa elatisitas permintaan secara kuantitatif adalah perubahan relative jumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan relative dari harga barang tersebut.
Ep = dX/dH . H/X dimana
dX = Perubahan jumlah barang yang dibeli
dH = Perubahan harga barang

Rumus ini dapat dipakai apabila kita menggunakan data yang kontinu atau hub.kuantitatif dari fungsi permintaan telah diketahui JIka kita hanya ingin menggunakan data yang tidak kontinu maka rumus diatas dapat diubah menjadi
Ep = ΔX/ΔH . H/X
Dimana : ΔX = Perubahan rata-rata jumlah barang yang dibeli
ΔH = Perubahan rata-rata harga barang
Jika data sangat terbatas sehingga kita hanya mendapatkan dua angka pengamatan yakni jumlah permintaan yang berbeda yang disertai dengan harga dari masing-masing keadaan yang berbeda itu, maka elastisitas permintaan konsumen masih dapat dihitung dengan menggunakan rumus elastisitas busur sbb:
Ebs = ΔX/ΔH . H ̅/X ̅
Dimana :
H ̅ = Harga rata-rata dari dua pengamatan
X ̅ = Jumlah pembelian rata-rata dari dua pengamatan

Perubahan permintaan akibat perubahan harga dari salah satu jenis barang subtitusi atau komplemen dapat diukur dengan elastisitas silang. Rumus dari dua jenis elastisitas diatas dapat ditulis sbb :

Elastisitas pendapatan dari permintaan

Eps = ΔX/Δp . p/X
dimana : Δp = perubahan jumlah pendapatan
ΔX = Perubahan jumlah barang yang dibeli akibat perubahan jumlah pendapatan
P = Pendapatan semula
X = Jumlah barang yang dibeli pada pendapatan semula.

Elastisitas Silang

Eps = ΔX/ΔHy . Hy/X
Dimana : ΔHy = perubahan harga dari barang Y
ΔX = Perubahan jumlah barang X yang dibeli akibat perubahan harga barang Y
P = Harga barang Y semula
X = Jumlah barang Y yang dibeli pada harga barang X semula

Secara kualitatif dapat kita menentukan tinggi rendahnya elastisitas permintaan suatu barang dengan mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang berpengaruh terhadap elastisitas permintaan. Setiap faktor yang mempengaruhi permintaan adalah secara simultan mempengaruhi pula besarnya elastisitas permintaan. Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya elastisitas permintaan konsumen adalah:

Persentase penghasilan yang dikeluarkan untuk membeli barang
Besar kecilnya kebutuhan akan suatu barang
Daya atau kemampuan suatu barang untuk bersubtitusi
dapat tidaknya suatu barang untuk dipakai pada berbagai macam kegunaan

About onoe21

Tidak ada kata tidak bisa, tidak mau dan tidak mampu selagi orang tersebut masih hidup
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s