Pengukuran Suhu Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI

“Pengukuran Suhu Tanah”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

 

NAMA: Hariono.S

NIM: D1B011016
Kelas : D

 

 

 

 

 

AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSTAS JAMBI

2013

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  TINJAUAN PUSTAKA

 

Suhu adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang menggambarkan energi Kinetik rata-rata pergerakan molekul suatu benda. Suhu dinyatakan dalam satuan derajat Celcius (oC), Fahreinheit (oF), Reamur (oR), Kelvin (oK).(Daldjumi. 1983. Pokok-pokok Klimatologi)

Suhu udara bervariasi menurut tempat dan dari waktu ke waktu di permukaan bumi. Menurut tempat suhu udara bervariasi secara vertical dan horizontal dan menurut waktu dari jam ke jam dalam sehari, dan menurut bulanan dalam setahun. (Wisnubroto,S,S.S.L Aminah, dan Nitisapto,M. 1982)

Suhu udara di atmosfer bervariasi menurut letak ketinggian tempat. Hingga ketinggian tertentu suhu udara dapat menurun, tetapi menurut ketinggian yang lainnya meningkat. Pada lapisan Troposfer (lapisan bawah atmosfer) suhu udara menurun menurut letak ketinggian tempat hingga ketinggian 10 km dengan gradein penurunan suhu 5,0-6,5 oC per 1000 m diatas permukaan laut. Menurunnya suhu menurut letak ketinggian tempat ini dimungkinkan karena beberapa hal antara lain :

  1. Pengaruh keadaan suhu dekat permukaan bumi.
  2. Pengaruh lautan
  3. Pengaruh kerapatan udara

Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu secara horizontal di permukaan bumi antara lain :

  1. Letak lintang suatu tempat.
  2. Pengaruh arus laut
  3. Distribusi antara daratan dan lautan

Penyebaran suhu udara menurut waktu dapat kita kaji dalam dua pola :1. pola suhu diurnal (suhu udara setiap jam selama 24 jam), dan 2. pola suhu udara rata-rata harian menurut bulanan dan tahunan.(Dasar-dasar Klimatologi 2000)

Untuk menyatakan suhu udara dipakai berbagai skala. Dua skala yang sering dipakai dalam pengukuran suhu udara adalah skala Fahrenheit yang dipakai di negara Inggris dan skala Celcius atau skala perseratusan (centigrade) yang di pakai oleh sebagian besar negara di dunia.

(Bayong, 2004)

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Pada umumnya suhu maksimun terjadi sesudah tengah hari, biasannya antara jam 12.00 dan jam 14.00, dan suhu minimun terjadi pada jam 06.00 waktu lokal atau sekitar matahari tertib. Suhu udara harian rata-rata didefinisiakan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Suhu bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam 1 bulan dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitung dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12.

(Bayong, 2004). Suhu normal adalah angka rata-rata suhu yang diambil dalam waktu 30 tahun. (Ir. Ance, 1986).

Faktor-faktor yang mempengaruhi  suhu di permukaan bumi ialah :

  1. Jumlah radiasi yang diterima per tahun – per hari – per musim.
  2. Pengaruh daratan atau laut, dan
  3. Pengaruh ketinggian tempat,
  4. Pengaruh angin secara tidak langsung, angin yang membawa panas dari sumbernya secara horizontal.
  5. Pengaruh panas laten : panas yang disimpan dalam atmosfer.
  6. Penutup tanah : tanah yang ditutup vegetasi mempunyai temperatur yang kurang daripada tanah tanpa vegetasi.
  7. Tipe tanah : tanah-tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi,
  8. Pengeruh sudut datang matahari, sinar yang tegak lurusakan membuat suhu ebih panas daripada yang datangnya miring.

Pengaruh suhu terhadap makhluk-makhluk hidup adalah sangat besar sehingga pertumbuhanya benar-benar seakan-akan tergantung padanya, terutama dalam kegiatan-kegiatannya. Dengan suhu yang tinggi benih-benih akan mengadakan metabolisme yang lebih cepat, akibatnya apabila benih-benih dibiarkan atau ditanam pada datarn atau tanaman tinggi maka daya kecambahnya akan turun. Jadi pada tanaman juga ada suhu maksimum, suhu optimum.

Suhu maksimum yaitu pada suhu tinggi tertentu, di mana suatu tanaman masih dapat tumbuh, suhun minimum adalah suhu terendah di mana tanaman masih dapat hidup, sedang suhu optimum adalah suhu terbaik yang dibutuhkan tanaman, di aman proses pertumbuhanya dapat berjalan lancar.

Tentang suhu tanah juga demikian berpengaruh pada tanaman, pengukuran biasanya dilakukan pada kedalam : 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100cm.Pengaruh suhu tanah terhadap tanaman yaitu pada: perkecambahan biji, pada aktivasi mikroorganisme, dan perkembangan penyakit tanaman. Faktor pengaruh suhu tanah yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Faktor eksternal yaitu radiasi matahari keawanan,curah hujan, angin dan kelembapan udara sedangkan faktor internal yaitu tekstur tanah, struktur dan kadar air tanah, kandungan bahan organik dan warna tanah.

(Ir. Ance, 1986).

 

1.2 TUJUAN

Untuk menentukan suhu tanah dibeberapa tempat

BAB II

 METODOLOGI

 

 

A.Bahan Dan Alat

 

  • Thermometer  Biasa
  • Thermometer  Digital
  • Mistar
  • Alat untuk membuat lubang tanah
  • Alat tulis

 

 

 

B.Cara Kerja

  1. Siapkan  thermometer tanah dan digital.
  2. Pilih  tempat yang ingin diukur. Untuk menghindari kemungkinan alat rusak, maka pilih lahan yang bertanah gembur agar mudah menanamkan alat atau gali tanah lebih dulu, masukkan alat, kemudian bagian alat yang terbenam ditimbun.
  3. Ukur suhu tepat dipermukaan tanah, 5 cm dan 10 cm dari permukaan tanah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL  DAN PEMBAHASAN

A.Hasil

Termometer Biasa

Tempat

Kedalaman (Cm)

5

10

Lahan Agronomi (0C)

25

24

25

24,5

25

24,5

Lahan hutan (0C)

24

24

24

23,5

23,5

23,5

 

Termometer Digital

Tempat

Kedalaman (Cm)

5

10

Lahan Agronomi (0C)

29,1

28,5

29

28,5

29,2

28,4

Lahan hutan (0C)

26,9

27,1

26,9

27

26,9

27

 

B. Pembahasan

Pada pengukuran suhu tanah ini alatnya yang digunakan adalah termometer tanah dan digital. Pada masing-masing kedalaman tanah yaitu 5 cm, 10 cm , dan 15 cm  suhu yang didapat kan berbeda. Pada kedalaman paling atas (5 cm) suhu nya lebih tinggi dibanding  dengan suhu paling bawah (10 cm). Semakin dalam pengukuran suhu pada tanah dilakukan maka suhu akan semakin rendah. Hal ini juga berkaitan dengan radiasi matahari. Pada lapisan tanah bagian atas  radiasi matahari langsung terkena ke tanah bagian tersebut. Sedangkan lapisan tanah bagian bawah radiasi matahari tidak mampu menembus tanah tersebut. Maka dari itu suhu tanah bagian atas lebih tinggi dibanding lapisan tanah bagian bawahnya.

Pengukuran suhu tanah berguna untuk kepentingan pertanian. Hal ini  supaya kita tahu bahwa organisme/ mikroorganisme (dalam tanah ) mana yang tahan terhadap suhu tinggi dan mana yang tidak tahan terhadap suhu tinggi dan mikroorganisme mana yang  berguna atau merusak tanaman supaya dapat disesuaikan iklimnya.


BAB IV. PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan
    1. Pada pengukuran suhu tanah, semakin dalam kita mengukur suhu  pada tanah itu, maka suhu akan semakin rendah (turun)
    2. Perbedaan  tempat juga dapat menyebabkan perbedaan suhu.
    3. Hal –hal yang mempengaruhi suhu adalah : radiasi matahari, ketinggian tempat, jenis penutup tanah, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Daldjumi. 1983. Pokok-pokok Klimatologi. Penerbit Alumni. Bandung.

Handoko.1993.Klimatologi Dasat. Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-unsur Iklim. Jurusan Geofisika dan Meteorologi. FMIPA-IPB, Bogor.

Wisnubroto,S,S.S.L Aminah, dan Nitisapto,M. 1982. Asas-asas Meteorologi Pertanian,

http://id.scribd.com/doc/76137309/73918525-LAPORAN-AGROKLIMAT-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s