PENGUKURAN SUHU DAN KELEMBABAN UDARA

 

                 Laporan Agroklimatologi

                                                             

“PENGUKURAN SUHU DAN

KELEMBABAN UDARA”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama         : Hariono Sianturi

Nim  : D1B011016

Kelas          : Agribisnis D

 

 

 

 

Agribisnis

Fakultas Pertanian

Universitas Jambi

2012


 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tinjauan Pustaka

Pengukuran suhu suatu benda dan pengukuran diberbagai tempat pada dasarnya merupakan pengukuran yang tidak langsung. Pada proses pengukuran, umumnya terjadi perpindahan panas dari tempat yang akan diukur suhunya kea lat pengukur suhu. suhu yang terbaca pada alat pengukur suhu. Suhu yang terbaca pada alat pengukur suhu adalah suhu setelah terjadi kesetaraan, suhu antara benda yang diukur tersebut dengan alat pengukur suhu. Jadi, bukan suhu benda pada saat sebelum terjadi kontak antara benda yang akan diukur tersebut dengan alat pengukur. Alat pengukur suhu disebut thermometer. Termometer pada dasarnya merupakan instrumen yang terdiri dari bahan yang perubahan sifat fisiknya, karena perubahan suhu dapat mudah diukur. Sifat fisik yang berubah tersebut dapat berupa perubahan volume gas, pemuaian logam, perubahan daya hantar listrik atau sifat-sifat fisik lainnya. Masing-masing jenis termometer akan mempunyai skala yang berbeda. Oleh sebab itu, perlu dikalibrasi dengan termometer yang dijadikan patokan (standar). Termometer yang dijadikan patokan adalah termometer tahanan platina (Platinum Resistance Thermometer) atau IPTS-68 (Lakitan, 2002).

Secara meteorologi suhu udara biasanya diukur dalam sangkar cuaca. Dalam situasi ini, yang diukur adalah suhu massa udara setinggi 1.5 meter. Tetapi tanaman menerima radiasi langsung dari cahaya matahari sehingga berbeda dari suhu sangkar cuaca. Suhu tanaman mungkin lebih tinggi dari suhu sangkar cuaca. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari penguapan sejumlah air, dari pemindahan panas secara konveksi, angin dan pantulan. Disamping terjadinya perubahan suhu tanaman, suhu permukaan tanah juga berubah. Apabila transpirasi berlangsung terus-menerus, suhu permukaan daun tidak akan berubah. Perubahan suhu udara juga ditentukan oleh sudut letak daun terhadap radiasi surya yang akan menentukan jumlah energi yang diserap oleh daun tersebut. Pengukuran suhu daun dapat dilakukan dengan radiometer inframerah atau penyisipan termokopel kedalam daun (Guslim, 2007).

Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukur dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi dimuka bumi adalah didaerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub semakin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa terasa dingin jika ketinggian semakin bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter maka suhu akan berkurang (turun) rata-rata 0,6 ˚C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, lapse rate adalah 1 ˚C  (Benyamin, 1997)

Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya lintang seperti halnya penurunan suhu menurut ketinggian. Bedanya, pada penyeberan suhu secara vertikal permukaan bumi merupakan sumber pemanas sehingga semakin tinggi tempat maka semakin rendah suhunya. Rata-rata penurunan suhu udara menurut ketinggian contohnya di Indonesia sekitar 5 ˚C – 6 ˚C tiap kenaikan 1000 meter. Karena kapasitas panas udara sangat rendah, suhu udara sangat pekat pada perubahan energi dipermukaan bumi. Diantara udara, tanah dan air, udara merupakan konduktor terburuk, sedangkan tanah merupakan konduktor terbaik (Handoko, 1994)

Suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari pergerakan molekul suatu benda. Panas adalah energi total dari pergerakan molekul suatu benda. Jadi panas adalah ukuran energi total, sedangkan suhu adalah energi rata-rata dari setiap gerakan molekul. Lebih besar pergerakan, maka lebih benda tersebut (Zailani Kadir, 1986).

Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangat besar sehingga pertumbuhannya sangat tergantung pada keadaan suhu, terutama dalam kegiatannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu dipermukaan

bumi antara lain:

1) Jumlah radiasi yang diterima pertahun, perbulan, perhari, dan permusim.
2) Pengaruh daratan atau lautan.
3) Pengaruh ketinggian tempat.
4) Pengaruh angin secara tidak langsung misalnya, angin yang membawa panas dari sumbernya secara

    horizontal.
5) Pengaruh panas laten, yaitu panas yang disimpan dalam atmosfer.
6) Penutup tanah, yaitu tanah yang ditutupi vegetasi yang mempunyai temperatur yang lebih rendah

    daripada tanah tanpa vegetasi.
7) Tipe tanah, tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi.
8) Pengaruh sudut datang sinar matahari, sinar yang tegak lurus akan membuat suhu lebih panas

   daripada yang datangnya miring

Seluruh makhluk hidup dikelilingi oleh suhu dan udara. Bahkan organisme seperti yang terdapat dalam tanah yang kelihatannya terdapat pada medan lain. Sebenarnya terdapat dalam air dan udara. Organisme didalam tanah yang terdapat dalam ruangan antar partikel-partikel tanah. Dari antara kedua hal ini yakni air dan udara, masing-masing sel individu dari organisme diudara hanya bisa aktif bila dalam keadaan lembab (Kartasapoetra, 2002).

Tabel kelembaban relative (RH) (%) dari suhu bola kering dan bola basah

Suhu bola kering (0C)

Selisih suhu bola kering dan bola basah (0C)

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

40

100

94

88

82

76

71

66

61

56

52

47

43

39

39

100

94

88

81

76

71

65

60

55

51

46

42

38

38

100

94

88

81

76

70

65

60

54

50

45

40

37

37

100

94

88

81

75

70

64

59

54

49

44

39

36

36

100

93

87

80

75

69

64

59

53

48

43

38

35

35

100

93

87

80

74

69

63

58

52

47

42

37

33

34

100

93

87

80

74

68

62

57

51

46

41

36

32

33

100

93

86

80

73

67

62

56

50

45

40

35

31

32

100

93

86

79

73

67

61

55

50

44

39

34

30

31

100

93

86

79

73

66

60

54

49

43

38

33

29

30

100

92

85

79

72

65

59

53

48

42

37

32

27

29

100

92

85

78

71

65

59

52

47

41

36

31

25

28

100

92

85

78

71

64

58

51

45

40

34

29

23

27

100

92

84

77

70

63

57

50

44

38

32

27

22

26

100

92

84

77

70

63

56

49

43

37

31

26

20

25

100

92

84

76

69

62

55

48

42

36

30

24

18

24

100

91

83

76

68

61

54

47

40

34

28

22

16

23

100

90

83

75

67

60

53

45

38

32

26

20

14

22

100

90

82

74

67

59

52

44

37

31

24

18

12

21

100

90

82

73

66

58

50

43

36

29

22

16

9

20

100

90

82

73

65

57

49

41

34

27

20

13

6

19

100

90

81

72

64

55

47

39

32

24

17

10

18

100

90

81

71

63

54

45

37

30

21

14

7

17

100

90

80

71

62

53

44

36

28

19

12

16

100

89

80

70

60

51

42

34

25

17

9

15

100

89

80

70

59

49

40

31

23

14

6

1.2 Tujuan

untuk menentukan suhu dan kelembaban udara

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

METODOLOGI

2.1 Waktu dan tempat

Praktikum agroklimatologi ini dilaksanakan pada tanggal 29 November 2012 dilaboratorium agroklimatologi pada pukul 10.00-12.00

2.2Alat dan Bahan

 

Alat dan bahan yang digunakan Termometer (2buah), tali nilon/Rafia, kayu (1,5m), Payung, kapas,

Air, parang/cangkul, dan stopwatch/penghitung waktu.

 

2.3 Cara Kerja

Psikrometer Tipe Sling

1.   Termometer bola kering dan bola basah dipegang diatas bagian badan

2.    Dicatat suhu bola kering (TBK) dan bola basah (TBB) dengan selang waktu 2 menit dengan 3

kali ulangan pada beberapa tipe lahan.

3.    Setelah didapatkan data suhu, lalu dicari selisih antara TBK dan TBB.

4.    Nilai RH dapat diketahui dengan melihat selisih TBK dan TBB berdasarkan table RH (hasil).

 

Termometer

  1. Siapkan alat dan bahan
  2. Buat kayu penyangga berbentuk tanda tambah dan ikatkan payung di atas kayu tersebut sebagai pelindung
  3. Kemudian ikatkan termometer diujung-ujung dari kayu
  4. Kapas diikatkan pada salah satu termometer dan diberi air sementara yang satunya tidak diberi apa-apa
  5. Lakukan pengamatan selama 3×10 menit pada tempat yang berbeda (aspal,padang rumput,dan tanah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Hasil dan Pembahasan

 

3.1 Hasil

Termometer

Tempat

10 menit I

RH

10 menit II

RH

10 menit III

RH

Rata-Rata

RH

Aspal

Bola Basah: 280C

79%

Bola Basah: 27,50C

73%

Bola Basah: 270C

73%

75%

Bola Kering: 310C

Bola Kering: 310C

Bola Kering: 310C

Padang Rumput

Bola Basah: 270C

85%

Bola Basah: 26,50C

78%

Bola Basah: 270C

79%

80.66%

Bola Kering: 29,50C

Bola Kering: 29,50C

Bola Kering: 300C

Tanah

Bola Basah: 27,50C

73%

Bola Basah: 270C

73%

Bola Basah: 27,50C

73%

73%

Bola Kering: 310C

Bola Kering: 310C

Bola Kering: 310C

 

Psikrometer (di Aspal)

Waktu

Bola Basah

Bola Kering

RH

2 menit I

260C

31,50C

66%

2 menit II

260C

310C

66%

2 menit III

26,50C

30,50C

72%

 

3.2 Pembahasan

Setelah dibandingkan dengan suhu yang didapatkan oleh thermometer dipermukaan aspal, hasil yang didapatkan oleh Psikrometer tipe sling hampir sama yaitu 310C yang bersifat sementara. Dari hasil pengukuran suhu dan kelembapan udara pada berbagai tempat dapat dinyatakan bahwa diberbagai tempat yang berbeda-beda. Hal ini dapat dibuktikan dari pengukuran yang telah dilakukan dipadang rumput, ditanah, dan dipermukaan aspal. Pada pengukuran suhu dipadang rumput, dipengaruhi oleh banyaknya rerumputan sehingga radiasi sinar matahari banyak diserap oleh tumbuhan. Pada pengukuran suhu ditanah dan dipermukaan aspal menjadi meningkat. Hal ini sesuai dengan literatur dari Lakitan (2002) yang menyatakan bahwa pengukuran suhu suatu benda dan pengukuran diberbagai tempat pada dasarnya merupakan pengukuran yang tidak langsung. Pada proses pengukuran, umumnya terjadi perpindahan panas dari tempat yang akan diukur yang terbaca pada alat pengukur suhu adalah suhu setelah terjadi kesetaraan. Dengan suhu antara benda yang diukur tersebut pada alat pengukur suhu. Dan juga pada daerah padang rumput, suhu dipadang rumput memiliki suhu rata-rata lebih tinggi dibandingkan pada suhu rata-rata dipermukaan aspal dan tanah. Hal ini disebabkan karena pada siang hari suhu permukaan tanah akan lebih tinggi dibandingkan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Akibatnya suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam suhu dipadang rumput lebih panas, ini disebabkan karena permukaan tanah. Permukaan tanah akan menyerap radiasi matahari secara langsung sehingga menaikkan suhu disekitarnya. Hal ini sesuai dengan literatur dari Housenbuiller (2000) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi suhu juga sangat erat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kelembapan udara dalam berbagai hubungan yaitu :

1. Pengaruh tanah dan air, semakin banyak jumlah uap air baik diudara maupun didalam tanah, maka

     kelembapan akan semakin tinggi.
2. Ada atau tidaknya vegetasi, semakin rapatnya jarak antara vegetasi maka kelembapan makin tinggi,

     namun suhu akan menjadi sangat rendah.
3. Pengaruh ketinggian tempat, semakin tingginya suatu tempat maka suhu ditempat tersebut akan

     semakin rendah dan kelembapan udara semakin tinggi.
4. Pengaruh aktivitas manusia dipersemaian terbuka.

BAB IV

Kesimpulan

  1. Perbandingan suhu yang menggunakan thermometer dipadang rumput, permukaan aspal dan ditanah yaitu,29,660C: 310C : 310C.
  2. Perbandingan suhu yang menggunakan psikrometer permukaan aspal  yaitu 310C yang bersifat sementara.
  3. Perbandingan kelembapan udara dipadang rumput, permukaan aspal dan ditanah yaitu, 80.66% : 75% : 73%.
  4. Gas CO2 sangat berpengaruh dalam peningkatan suhu maupun peningkatan kelembapan udara.
  5. Perubahan pancaran sinar radiasi keberbagai tempat akan mengakibatkan perubahan suhu.
  6. Tumbuhan mampu menyerap cahaya matahari selain untuk melakukan proses fotosintesis, juga dapat mengakibatkan suhu disekitarnya berkurang atau menjadi stabil.
  7.  Kelembapan didaerah yang tumbuh-tumbuhannya banyak lebih tinggi dibandingkan dengan daerah kering.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s